Base Effect Hilang di September, Inflasi Bakal Turun

Berita, Teknologi23 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mengklaim tekanan inflasi terus menurun dan semakin terkendali dalam sasaran 3,0±1% pada tahun ini.

Inflasi IHK Juli 2023 tercatat rendah, yaitu 3,08% (yoy), menurun dari inflasi Juni 2023 sebesar 3,52% (yoy). Penurunan inflasi terjadi di seluruh kelompok.

Inflasi inti turun menjadi 2,43% (yoy), dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,58% (yoy), sejalan dengan permintaan yang terkelola, ekspektasi inflasi yang terjaga, serta imported inflation yang rendah.

Kelompok volatile food bahkan deflasi sebesar 0,03% (yoy), dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,20% (yoy), sejalan dengan kesuksesan GNPIP di berbagai daerah.

Inflasi kelompok administered prices juga terus menurun menjadi 8,42% (yoy), dari perkembangan bulan sebelumnya sebesar 9,21% (yoy).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan base effect akan hilang setelah Agustus dan inflasi akan rendah ke depannya.

“Rendahnya inflasi di semua komponen dan IHK sebagai hasil nyata dari konsistensi kebijakan moneter antar BI dan pemerintah pusat maupun daerah,” ungkapnya.

Tentunya ini tampak pada sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID.

“Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi tetap terkendali dalam kisaran 3,0±1% pada sisa tahun 2023 dan 2,5±1% pada 2024,” tegas Perry.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


BI Beberkan Ancaman ‘Momok Seram’ yang Hantui RI, Simak!

(haa/haa)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Huru-Hara Merger, NOBU Ambles, BABP Ngacir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *