Dinkes Pastikan Flu Singapura Belum Ditemukan di Kepri

Berita, Teknologi15 Dilihat

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Mochammad Bisri, memastikan sampai saat ini belum menerima laporan temuan penyakit flu Singapura di daerah tersebut.
 
“Flu Singapura masih dalam pengamatan kita, namun belum menjadi konsentrasi pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan RI,” kata Bisri di Tanjungpinang, Selasa, 29 Agustus 2023.
 
Bisri menyebut flu Singapura merupakan salah satu jenis flu yang bersumber dari virus. Ciri-ciri orang yang terinfeksi virus ini, yakni sariawan di mulut, serta ruam dan serta luka lepuh di kulit. Penyakit menular ini kerap disebut sebagai penyakit tangan, kaki, dan mulut (hand, foot, and mouth disease). Bintik berair mirip cacar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Virus yang menyebabkan flu Singapura hidup di cairan hidung dan tenggorokan, air liur, tinja, serta cairan dari lepuh pada kulit. Menurutnya penularan potensial terjadi bila berbagi alat makan atau minum dengan penderita, tidak sengaja menghirup percikan liur ketika penderita bersin atau batuk, menyentuh benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh mata, hidung, atau memasukkan jari ke dalam mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, menyentuh mata, hidung, dan atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh tinja penderita.
 

“Flu Singapura rawan menyerang anak-anak, karena imun mereka masih lemah. Makanya, anak-anak jangan main dengan teman-temannya di luar rumah saat muncul gejala flu itu atau menghindari anak-anak lainnya yang memiliki gejala flu Singapura,” ujarnya.
 
Bisri menyampaikan bahwa flu Singapura dapat menyebabkan demam, sakit tenggorokan, sariawan dalam mulut, nafsu makan berkurang, ruam merah pada kulit, rewel, nyeri perut, dan batuk.
 
“Kalau ditemukan gejala flu Singapura, segera diobati sesuai arahan dokter agar cepat sembuh,” katanya.
 
Bisri mengimbau masyarakat, terutama orangtua dapat menjaga kesehatan anak-anaknya dengan memberikan makanan bergizi, istirahat yang cukup, minum air putih, serta diajarkan untuk menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas. Ia meminta warga tidak perlu panik berlebihan, karena flu Singapura sifatnya sama dengan flu biasa, bahkan sudah menjadi endemik di negara tetangga, Singapura.
 
“Kenapa disebut flu Singapura, karena penyakit ini sempat naik tinggi di Singapura pada tahun 2.000-an,” demikian Bisri.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(WHS)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Udara Tembus 40 Derajat Celsius, Belasan Penonton Konser Snoop Dogg Dilarikan ke RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *