Kebijakan The Fed Makin Ketat, Nasib Kripto Gimana?

Berita, Teknologi15 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Pergerakan sejumlah kripto besar terpantau masih sideways atau cenderung tidak bergerak kemana-mana padahal arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) masih potensi lanjut hawkish.

Merujuk data Coinmarketcap per 26 Agustus 2023 pukul 11.02 WIB, koin raksasa Bitcoin (BTC) selama 24 jam terakhir bergerak turun tipis 0,10%. Koin raksasa kedua yaitu Ethereum (ETH) juga turun tipis 0,06% selama satu hari ini ke harga US$ 1653,90. Selanjutnya, ada Binance (BNB) yang menjadi koin besar ketiga dengan penguatan 0,29% secara harian ke posisi US$ 217,72. Secara lebih rinci pergerakan tujuh kripto dengan kapitalisasi terbesar di pasar sebagai berikut :


Dari data di atas terlihat secara harian dan mingguan, Solana (SOL) menjadi paling laggard dengan masing-masing penurunan -1,61% dan -4,76%. Sementara yang paling leading ada Ripple (XRP) dengan penguatan selama 24 jam terakhir sebesar 1,29% dan secara mingguan menguat 3,69%.

Secara keseluruhan pada hari ini pergerakan kripto cenderung stagnan atau sideways, tidak terlalu atraktif tetapi tidak ada tanda-tanda akan ambruk yang parah. Padahal, sentimen dari eksternal cukup tinggi pasca Powell menyampaikan pidato terkait kebijakan suku bunga yang potensi masih akan naik.
Semalam pada Jumat (25/8/2023) pukul 21.05 WIB, Powell menyatakan pandangan terbaru terkait kebijakan moneter dimana The Fed “siap” menaikan suku bunga lebih lanjut apabila “diperlukan”. Pernyataan tersebut merujuk pada kesiapan bank sentral yang potensi melanjutkan kebijakan ketat guna mengendalikan inflasi capai target 2%.

“Tugas The Fed adalah menurunkan inflasi hingga mencapai target 2%, dan kami akan melakukannya. Kami telah memperketat kebijakan secara signifikan selama setahun terakhir. Meskipun inflasi telah turun dari puncaknya-suatu perkembangan yang menggembirakan-namun inflasi masih terlalu tinggi” Kata Powell lebih lanjut.

Baca Juga  Kurniawan Ujang Tiba-Tiba Pegang 5,32% Emiten Baru IPO LMAX

Kebijakan ketat the Fed biasanya akan berpengaruh negatif ke pasar kripto. Kendati begitu, sepertinya pasar tak langsung merespon nada hawkish the Fed karena kebijakan ini tak terlalu berubah dari risalah Federal Open Market Committee (FOMC) pekan lalu.

Pada pekan lalu, pasar kripto sempat longsor lebih dari 10% pasca muncul risalah the Fed tentang nada hawkish yang berlanjut. Jadi, walaupun saat ini pasar belum terlalu merespon dari pidato Powell semalam, tetap perlu diantisipasi karena kebijakan ketat akan berdampak pada keperkasaan dolar AS yang berujung menahan laju kripto.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected] 

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Pasar Kripto ‘Galau’, Investor Siaga Satu

(tsn/tsn)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *